minato
  • Layout Style
  • Texture for Boxed, Framed, Rounded Layout Background

  • Font
    • Body:

    • Menu:

    • Title:

    * Fonts are used to example. You able to use 600+ google web fonts in the backend.

WSBP Pacu Pertumbuhan Kinerja di Semester II
September 17 2018 0 comment

WSBP Pacu Pertumbuhan Kinerja di Semester II

Jakarta, 17 September 2018. Hingga per Agustus 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 5,02 triliun. Kemudian, dari sisi laba, perusahaan berhasil memperoleh laba sebesar Rp 892,32 miliar. WSBP juga berhasil membukukan nilai kontrak baru per Agustus 2018 sebesar Rp 4,08 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain addendum proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, dan proyek lainnya.

Selain itu, WSBP berhasil membukukan penerimaan termin sebesar Rp 6,55 triliun hingga per Agustus 2018. Penerimaan ini berasal dari proyek Jalan Tol Pemalang-Batang, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, Proyek Jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung, proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek lainnya.

Angka ini naik sebesar 364% dibanding penerimaan termin pada periode yang sama di tahun 2017 sebesar Rp 1,41 triliun. Penerimaan termin ini berasal dari beberapa proyek besar,yaitu proyek Jalan Tol Pasurian-Probolinggo, proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, proyek Jalan Tol Manado-Bitung, proyek LRT Palembang, proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, dan proyek lainnya.  

Dengan Kinerja yang positif ini, perusahaan pun sudah memiliki strategi untuk memacu pertumbuhan, yaitu dengan melakukan diversifikasi produk ke lini bisnis pada proyek jalan dan jembatan, kereta api, residensial, dan energi. Kedua, WSBP melakukan ekspansi supply chain dengan mengakuisisi quarry, transporter, dan besi/baja masih dalam tahap feasibility study.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Sekilas PT Waskita Beton Precast

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Berbagai apresiasi pun diraih oleh WSBP sejak awal tahun 2018. WSBP berhasil masuk dalam Indeks LQ45 atau 45 saham unggulan yang tergolong kategori likuid periode Agustus 2018-Januari 2019. Hanya berselang sebulan, pencapaian pun kembali diterima oleh perusahaan, di mana saham WSBP masuk dalam Indeks Kompas 100 sebagai suatu indeks saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham yang terpilih untuk dimasukkan dalam indeks Kompas100 ini memiliki likuiditas yang tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, serta saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

Pencapaian keduanya semakin ditambah oleh masuknya WSBP dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017. Hal ini karena saham WSBP merupakan sebagai saham liquid. Selain itu, perusahaan mampu memenuhi indikator yang menjadi syarat utama untuk masuk ke dalam indeks MSCI, yaitu berdasarkan kinerja fundamental emiten, likuiditas, dan kapitalisasi pasar. 

Selain itu, WSBP menerima predikat The IDX Top Ten Blue 2017 disebabkan karena Perusahaan manufaktur beton precast dan readymix ini mampu memenuhi kriteria utama, yaitu memiliki saham yang paling diminati oleh investor, menunjukkan transaksi yang sangat aktif, memiliki pertumbuhan harga saham yang signifikan, serta memiliki fundamental sehat. Masuknya WSBP dalam indeks-indeks tersebut, diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan harga saham ke depannya. Hal ini karena indeks ini menjadi acuan bagi investor untuk melihat pergerakan pasar dan kinerja portofolio invetasinya. 

Kinerja WSBP juga didukung dengan 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Sebagai Informasi, berbagai pencapaian lainnya yang berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun, Corporate Image Award 2018, Sharia Finance Award 2018, dan baru saja meraih Indonesia Best Public Companies Award 2018.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

2018: Saham WSBP Semakin Diminati Investor Dalam dan Luar Negeri
Agustus 01 2018 0 comment

2018: Saham WSBP Semakin Diminati Investor Dalam dan Luar Negeri

Jakarta, 1 Agustus 2018. Kinerja saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunjukkan performa yang sangat baik. Pada 31   Juli 2018, harga saham WSBP tutup di angka 428. Kinerja yang baik ini sudah tercatat sejak Desember 2017 hingga 31 Juli 2018, di mana nilai saham WSBP melonjak hingga 4,9%. Angka ini paling tinggi dibandingkan perusahaan konstruksi lainnya di Indonesia.

Lalu apa saja faktor yang menjadi faktor kunci melonjaknya nilai saham WSBP? Pertama, WSBP memiliki sisi fundamental perusahaan yang kuat. Perusahaan meyakini bahwa saham yang memiliki kinerja fundamental yang baik dan likuiditas tinggi dapat menarik antusiasme pasar untuk melakukan transaksi. Sehingga nantinya hal ini juga meningkatkan kinerja saham perusahaan.

Kedua, terhitung sejak 26-31 Juli 2018, terjadi Foreign Net Buy yang cukup besar senilai Rp 128,9 miliar. Adanya pembelian saham WSBP oleh pihak asing dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap WSBP dan didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang baik, di mana pada kuartal II WSBP berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp 691 miliar.

Berbagai apresiasi pun diraih oleh WSBP sejak awal tahun 2018. WSBP berhasil masuk dalam Indeks LQ45 atau 45 saham unggulan yang tergolong kategori likuid periode Agustus 2018-Januari 2019. Hanya berselang sebulan, pencapaian pun kembali diterima oleh perusahaan, di mana saham WSBP masuk dalam Indeks Kompas 100 sebagai suatu indeks saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham yang terpilih untuk dimasukkan dalam indeks Kompas100 ini memiliki likuiditas yang tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, serta saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

Pencapaian keduanya semakin ditambah oleh masuknya WSBP dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017. Hal ini karena saham WSBP merupakan sebagai saham liquid. Selain itu, perusahaan mampu memenuhi indikator yang menjadi syarat utama untuk masuk ke dalam indeks MSCI, yaitu berdasarkan kinerja fundamental emiten, likuiditas, dan kapitalisasi pasar. 

Selain itu, WSBP menerima predikat The IDX Top Ten Blue 2017 disebabkan karena Perusahaan manufaktur beton precast dan readymix ini mampu memenuhi kriteria utama, yaitu memiliki saham yang paling diminati oleh investor, menunjukkan transaksi yang sangat aktif, memiliki pertumbuhan harga saham yang signifikan, serta memiliki fundamental sehat.

Anton YT Nugroho, Direktur Keuangan & Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan masuknya WSBP dalam indeks-indeks tersebut, diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan harga saham ke depannya. Hal ini karena indeks ini menjadi acuan bagi investor untuk melihat pergerakan pasar dan kinerja portofolio invetasinya.  

Sebagai Informasi, berbagai pencapaian yang berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, The IDX Top Ten Blue 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, Indeks Kompas 100,  Corporate Image Award 2018, Sharia Finance Award 2018, dan baru saja meraih Indonesia Best Public Companies Award 2018.

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

Kuartal II memberikan angin segar bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Perusahaan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp 691 miliar. Pendapatan ini berasal dari Proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-CawanKampung Melayu), Proyek LRT Palembang, Proyek Jembatan Tol Kapal Betung Seksi Ogan, Proyek Giant Sea Wall, dan Proyek lainnya.

Selain itu, WSBP meraih nilai kontrak baru sebesar Rp 2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola per Juni 2018 sebesar Rp 15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island.

Saat ini, WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan akan menyelesaikan suplai produk pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

Kuartal II/2018: Kinerja WSBP Menanjak dan Strategi Integrasi Hulu
Juli 23 2018 0 comment

Kuartal II/2018: Kinerja WSBP Menanjak dan Strategi Integrasi Hulu

Jakarta, 23 Juli 2018. Kuartal II memberikan angin segar bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Perusahaan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp 691 miliar. Pendapatan ini berasal dari Proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), Proyek LRT Palembang, Proyek Jembatan Tol Kapal Betung Seksi Ogan, Proyek Giant Sea Wall, dan Proyek lainnya.

Adapun perolehan penerimaan termin hingga mid bulan Juli 2018 sebesar Rp 5,26 triliun. Penerimaan termin ini berasal dari Proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Proyek Jembatan Ogan Tol Kapal Betung, dan sejumlah proyek lainnya.

Selain itu, WSBP meraih nilai kontrak baru sebesar Rp 2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola per Juni 2018 sebesar Rp 15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island.

Saat ini, WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan akan menyelesaikan suplai produk pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa dengan penyelesaian sejumlah proyek jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah akses bagi masyarakat dan proses pengiriman barang melalui jalan tol. “Seperti Jalan Tol di sepanjang Pantura kami targetkan dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar arus transportasi barang dan jasa,” tambah Jarot.

Pada tahun ini, WSBP akan melakukan integrasi hulu melalui akuisisi perusahaan pemasok bahan baku, di mana biaya pembangunan untuk pabrik mengambil sebagian dari capex 2018 sekitar Rp 500 miliar. Untu itu, Perusahaan tengah mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah/MTN (Medium Term Notes) dan mempertimbangkan alternatif melalui sindikasi perbankan. Sebagai Informasi, pada tahun ini WSBP mengalokasikan sebesar Rp 1,1 triliun untuk capex.

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, The IDX Top Ten Blue 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, Indeks Kompas 100,  Corporate Image Award 2018, dan Sharia Finance Award 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

RUPSLB 2018 - Perubahan Susunan Pengurus  PT Waskita Beton Precast Tbk
Juli 03 2018 0 comment

RUPSLB 2018 - Perubahan Susunan Pengurus PT Waskita Beton Precast Tbk

Jakarta, 3 Juli 2018 – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Gedung Waskita Karya Lt. 11, Ruang Serba Guna pada Selasa (03/07). Pada RUPSLB 2018 tanggal 3 Juli 2018 ini membahas agenda mengenai Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Adapun saat ini, susunan Komisaris PT Waskita Beton Precast Tbk, adalah Tunggul Rajagukguk (Komisaris Utama), Agus Sugiono (Komisaris), Suhendro Bakri (Komisaris Independen), Abdul Ghofarrozin (Komisaris Independen), dan Anis Baridwan (Komisaris Independen). Kemudian berikut jajaran Direksi Perusahaan, adalah Jarot Subana (Direktur Utama), MC Budi Setyono (Direktur Independen), A.Yulianto Tyas Nugroho (Direktur), dan Agus Wantoro (Direktur).

Hasil dari keputusan RUPSLB 2018 tanggal 3 Juli 2018, memberhentikan Tunggul Rajagukguk sebagai Komisaris Utama, Agus Sugiono sebagai Komisaris, dan MC. Budi Setyono sebagai Direktur. Untuk kemudian mengangkat Ferry Hendriyanto sebagai Komisaris Utama, Haris Gunawan sebagai Komisaris, Munib Lusianto sebagai Direktur, Yudhi Dharmawan sebagai Direktur, dan Agus Wantoro sebagai Direktur Independen.

Pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris dimaksud berlaku sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Beton Precast Tbk dan berakhir sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ke-5 sejak pengangkatan yang bersangkutan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

Dengan adanya pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut, maka susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:

 

Susunan Direksi

Direktur Utama                      : Jarot Subana

Direktur Independen          : Agus Wantoro

Direktur                                : Antonius Yulianto TN

Direktur                                : Munib Lusianto

Direktur                                : Yudhi Dharmawan

 

Susunan Komisaris

Komisaris Utama                 : Ferry Hendriyanto

Komisaris                              : Haris Gunawan

Komisaris Independen             : Abdul Ghofarrozin

Komisaris Independen             : Suhendro Bakri

Komisaris Independen             : Anis Baridwan

 

Sekilas Kinerja Perusahaan

Hingga per Juni 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola sampai dengan saat ini sebesar Rp 15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island. Selain itu, hingga Juni 2018, WSBP berhasil memperoleh pendapatan termin sebesar Rp 5,21 triliun.

Kemudian perusahaan mendapat Saat ini, perusahaan tengah menyuplai produk beton precast dan readymix pada beberapa proyek infrastruktur Pemerintah, di antaranya WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan perusahaan akan selesai untuk menyuplai pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain penyelesaian proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

 

 

WSBP Raih Kontrak Baru Rp 2,7 Triliun Hingga Mei 2018
Mei 31 2018 0 comment

WSBP Raih Kontrak Baru Rp 2,7 Triliun Hingga Mei 2018

Jakarta, 31 Mei 2018 - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil mendapat nilai kontrak baru sebesar Rp 2,7 triliun hingga per bulan Mei 2018 ini. Adapun Perusahaan memiliki target total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Sehingga total nilai kontrak dikelola hingga per bulan Mei 2018 adalah sekitar Rp 15,64 triliun di tahun 2018 ini. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo.  

Saat ini, perusahaan tengah menyuplai produk beton precast dan readymix pada beberapa proyek infrastruktur Pemerintah, di antaranya WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan perusahaan akan selesai untuk menyuplai pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain penyelesaian proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang yang sudah mencapai 90%. Penyelesaian Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang yang sudah mencapai sekitar 50% hingga 80%.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa dengan penyelesaian sejumlah proyek jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah akses bagi masyarakat dan proses pengiriman barang melalui jalan tol. “Seperti Jalan Tol di sepanjang Pantura dan jalan tol Solo-Kertosono kami targetkan dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar arus mudik tahun ini,” tambah Jarot.

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017. Kemudian pada tahun 2018 ini, WSBP baru saja meraih Corporate Image Award 2018. Sebelumnya Perusahaan berhasil masuk dalam Index LQ45 dan Indeks Kompas 100, serta meraih penghargaan Indonesia Sharia Finance dari Warta Ekonomi.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham
April 05 2018 0 comment

WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham

Jakarta, 5 April 2018 – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Gedung Waskita Karya Lt. 11, Ruang Serba Guna pada Kamis (05/04). Terdapat 5 (lima) agenda yang dibahas dalam RUPS Tahunan tersebut, yaitu:

  1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017.
  2. Penetapan Penggunaan Laba bersih Perseroan Tahun Buku 2017.
  3. Persetujuan Pemegang Saham untuk melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018.
  4. Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.
  5. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil IPO (Initial Public Offering).
  6. Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Pada Agenda Pertama, Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, yang telah diaudit  oleh Kantor Akuntan Publik Satrio Bing Eny & Rekan (Member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited)  sesuai Laporannya Nomor : GA118 0108 WBP PDS Tanggal 28 Februari 2018, dengan demikian memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kedua, yakni Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2017. RUPS menyetujui penggunaan Laba Tahun Berjalan Tahun Buku 2017 sebesar Rp 1.000.330.150.510 sebagai berikut:

  1. Sebesar Rp 750.247.612.883,- (75% dari laba bersih) dibagikan sebagai Dividen Tunai kepada Pemegang Saham.
  2. Sebesar Rp 50.016.507.525,- (5% dari laba bersih)  digunakan sebagai "cadangan" sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
  3. Sisanya dimasukkan sebagai laba ditahan.

Pada Agenda Ketiga, RUPS memberikan melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan  melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018.

Pada Agenda Keempat, Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kelima, Perseroan melaporkan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham dengan rincian sebagai berikut:

  • Sisa dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana per 31 Desember 2017 sebesar Rp 674.327.689.479 atau sebesar 13,29% ditempatkan di Giro & Deposito
  • Dana tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan modal kerja dan ekspansi Perseroan.

Pada Agenda Keenam, RUPS menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan.

 

Sekilas Kinerja Keuangan 2017

Kinerja keuangan Perseroan pada 2017 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan 50,60% menjadi Rp 7,10 triliun pada 2017 dibandingkan periode yang sama 2016 yang tercatat Rp 4,72 triliun. Laba bersih yang dibukukan pun meningkat tajam sebesar 57,58% menjadi Rp 1,00 triliun dari Rp 634,82 miliar pada periode 2016.

Perseroan optimistis kinerja keuangan dapat kembali meningkat pada 2017 didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kondusif. Apalagi Pemerintah berkomitmen untuk terus mengejar target pembangunan tol sepanjang 1.000 kilometer yang menjadi salah satu katalisator permintaan beton precast. Pada Triwulan I 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak sebesar Rp 2,12 triliun. Dengan total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun.

Adapun kontrak baru ini berasal dari proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder Seksi II, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan proyek Jalan Tol Kunciran-Parigi, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo Sehingga total nilai kontrak dikelola per Triwulan I 2018 adalah sekitar Rp 16,25 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo. 

Kemudian, Per akhir Desember 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memiliki kapasitas produksi beton precast terbesar yakni 3,25 juta ton per tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Contact Person :

Ratna Ningrum

​Corporate Secretary

PT Waskita Beton Precast, Tbk

Gedung Teraskita Jakarta 3​ & 3A​ Floor
Jl. MT. Haryono Kav 10A Jakarta 13340 - Indonesia
Phone ​(021) 22892999​; Facs ​(021) 29838025​

https://www.waskitaprecast.co.id