• Layout Style
  • Texture for Boxed, Framed, Rounded Layout Background

  • Font
    • Body:

    • Menu:

    • Title:

    * Fonts are used to example. You able to use 600+ google web fonts in the backend.

WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham
April 05 2018 0 comment

WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham

Jakarta, 5 April 2018 – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Gedung Waskita Karya Lt. 11, Ruang Serba Guna pada Kamis (05/04). Terdapat 5 (lima) agenda yang dibahas dalam RUPS Tahunan tersebut, yaitu:

  1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017.
  2. Penetapan Penggunaan Laba bersih Perseroan Tahun Buku 2017.
  3. Persetujuan Pemegang Saham untuk melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018.
  4. Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.
  5. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil IPO (Initial Public Offering).
  6. Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Pada Agenda Pertama, Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, yang telah diaudit  oleh Kantor Akuntan Publik Satrio Bing Eny & Rekan (Member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited)  sesuai Laporannya Nomor : GA118 0108 WBP PDS Tanggal 28 Februari 2018, dengan demikian memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kedua, yakni Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2017. RUPS menyetujui penggunaan Laba Tahun Berjalan Tahun Buku 2017 sebesar Rp 1.000.330.150.510 sebagai berikut:

  1. Sebesar Rp 750.247.612.883,- (75% dari laba bersih) dibagikan sebagai Dividen Tunai kepada Pemegang Saham.
  2. Sebesar Rp 50.016.507.525,- (5% dari laba bersih)  digunakan sebagai "cadangan" sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
  3. Sisanya dimasukkan sebagai laba ditahan.

Pada Agenda Ketiga, RUPS memberikan melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan  melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018.

Pada Agenda Keempat, Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kelima, Perseroan melaporkan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham dengan rincian sebagai berikut:

  • Sisa dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana per 31 Desember 2017 sebesar Rp 674.327.689.479 atau sebesar 13,29% ditempatkan di Giro & Deposito
  • Dana tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan modal kerja dan ekspansi Perseroan.

Pada Agenda Keenam, RUPS menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan.

 

Sekilas Kinerja Keuangan 2017

Kinerja keuangan Perseroan pada 2017 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan 50,60% menjadi Rp 7,10 triliun pada 2017 dibandingkan periode yang sama 2016 yang tercatat Rp 4,72 triliun. Laba bersih yang dibukukan pun meningkat tajam sebesar 57,58% menjadi Rp 1,00 triliun dari Rp 634,82 miliar pada periode 2016.

Perseroan optimistis kinerja keuangan dapat kembali meningkat pada 2017 didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kondusif. Apalagi Pemerintah berkomitmen untuk terus mengejar target pembangunan tol sepanjang 1.000 kilometer yang menjadi salah satu katalisator permintaan beton precast. Pada Triwulan I 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak sebesar Rp 2,12 triliun. Dengan total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun.

Adapun kontrak baru ini berasal dari proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder Seksi II, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan proyek Jalan Tol Kunciran-Parigi, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo Sehingga total nilai kontrak dikelola per Triwulan I 2018 adalah sekitar Rp 16,25 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo. 

Kemudian, Per akhir Desember 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memiliki kapasitas produksi beton precast terbesar yakni 3,25 juta ton per tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Contact Person :

Ratna Ningrum

​Corporate Secretary

PT Waskita Beton Precast, Tbk

Gedung Teraskita Jakarta 3​ & 3A​ Floor
Jl. MT. Haryono Kav 10A Jakarta 13340 - Indonesia
Phone ​(021) 22892999​; Facs ​(021) 29838025​

https://www.waskitaprecast.co.id

 

 
WSBP Kembali Peroleh Penerimaan Termin Proyek Turnkey Tol Becakayu
Maret 02 2018 0 comment

WSBP Kembali Peroleh Penerimaan Termin Proyek Turnkey Tol Becakayu

Jakarta, 2 Februari 2017. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali memperoleh penerimaan termin sebesar Rp 1,55 triliun pada Januari 2018 dari proyek turnkey Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1b dan 1c. Ini merupakan penerimaan termin kedua setelah pada bulan Desember 2017 lalu WSBP menerima pembayaran termin sebesar Rp 429 miliar.

MC Budi Setyono, Direktur Keuangan dan Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk menjelaskan bahwa total penerimaan termin hingga 31 Januari 2018 sebesar Rp 1,8 triliun. Penerimaan pembayaran termin ini berasal dari proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek non turnkey. Perusahaan optimis, sesuai proyeksi arus kas sampai dengan akhir tahun nanti, kas operasional perusahaan dapat menunjukkan hasil yang positif.

Beberapa proyek yang tengah dikerjakan dengan dukungan dari produk precast & readymix WSBP, antara lain proyek Jalan Tol Becakayu seksi 1a dan 2d, proyek Jalan Tol Cimanggis Cibitung, Jakarta-Cikampek (elevated), proyek Jalan Tol Bocimi, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang Pantura dan Trans Sumatera.   

Adapun target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun. Target kontrak baru ini relatif tinggi jika dibandingkan dengan kompetitor sejenis lainnya. Maka dari itu, perusahaan fokus untuk merealisasikan kontrak tahun 2018 menjadi pendapatan usaha.

Selain itu, pada awal tahun 2018, terdapat sisa nilai kontrak WSBP sebesar Rp 13,65 triliun. Sehingga, pada tahun ini diperkirakan WSBP mengelola total nilai kontrak sebesar Rp 25,17 triliun. Dengan tingginya Nilai Kontrak Dikelola (NKD) tersebut, WSBP fokus dalam menjaga operasional seluruh plant & batching plant sesuai prosedur yang berlaku, sehingga dapat menjaga kualitas terbaik dari produk-produk perusahaan.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 83 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016. 

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017 dan Index LQ45 pada awal tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Gedung Teraskita Lt.3
Jl. MT. Haryono Kav.10A
Jakarta Timur 13340

No Telp : (021) 2289 2999 

              (021) 2983 8020 ext. 383

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

 

Triwulan I 2018, Pendapatan Usaha dan laba Bersih Tunjukkan Kenaikan Signifikan
Maret 21 2018 0 comment

Triwulan I 2018, Pendapatan Usaha dan laba Bersih Tunjukkan Kenaikan Signifikan

Jakarta, 21 Maret 2018. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memproyeksikan membukukan usaha sebesar Rp 2,10 triliun hingga Maret di tahun 2018 ini. Angka ini naik sebesar 72% dibanding pendapatan usaha di bulan yang sama pada tahun 2017 sebesar Rp 1,22 triliun. Perusahaan juga menargetkan laba bersih hingga sampai dengan Maret 2018 sebesar Rp 476 miliar atau meningkat 42% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 196 miliar.

Jika dilakukan breakdown, pada bulan Januari 2018 perusahaan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,2 triliun. Angka ini naik sebesar 313% dibandingkan pendapatan usaha pada bulan Januari 2017 sebesar Rp 300,23 miliar. Hal ini karena sebagian pendapatan yang didapat pada bulan Desember 2017 dibukukan di bulan Januari 2018.

Tabel Informasi Hasil Usaha PT Waskita Beton Precast Tbk (Dalam Rp Juta)

Ket: PU (Pendapatan Usaha); EAT (Earning After Tax/Laba Bersih)

 

Sumber: Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk

 

Pendapatan usaha ini berasal dari proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang (PPTR), proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (TBKA), proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, proyek Jalan Tol Semarang-Batang, dan sejumlah proyek lainnya.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan menutup akhir tahun 2017, Perusahaan berhasil mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp 7,1 triliun. Pendapatan usaha ini naik 51% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,7 triliun. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih tahun 2017 adalah sebesar Rp 1,0 triliun atau naik sebesar 58% dari laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 634 miliar.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah laboratorium/lab di Karawang. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

No Telp : (021) 2289 2999 

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

Kinerja 2017: Laba Bersih WSBP Naik 58% dan Penerimaan Termin Melejit
Maret 01 2018 0 comment

Kinerja 2017: Laba Bersih WSBP Naik 58% dan Penerimaan Termin Melejit

Jakarta, 1 Maret 2018. Sepanjang tahun 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 7,1 triliun. Angka ini naik sebesar 51% dibandingkan pendapatan usaha sepanjang tahun 2016 sebesar Rp 4,7 triliun. Perusahaan juga membukukan pendapatan usaha bulan Januari 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.

Sedangkan untuk penerimaan pembayaran termin selama 2017 sebesar Rp 4,6 triliun. Angka ini sebesar 470% dari penerimaan pembayaran termin tahun 2016 sebesar Rp 978,96 miliar. Penerimaan pembayaran termin ini berasal dari sebagian proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek non turnkey, seperti proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, dan proyek Jalan Tol Bocimi, LRT Palembang, proyek Jalan Tol Salatiga-Boyolali, Selain itu, penerimaan juga berasal dari sejumlah proyek dengan skala yang lebih kecil lainnya.  

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan Perusahaan juga berhasil mengantongi laba bersih tahun 2017 adalah sebesar Rp 1.000,3 miliar. Angka ini naik sebesar 58% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 635 miliar.

Angka ini berdasarkan hasil laporan keuangan (audited) yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Satrio Bing Eny & Rekan (Anggota Deloitte Touche Tohmatsu Limited) yang telah menberikan opini wajar tanpa pengecualian. Ia menambahkan bahwa secara marjin, Perusahaan berhasil mencetak marjin laba bersih sebesar 14% atau meningkat dari tahun 2016 yang hanya sebesar 13%. Selain itu, untuk marjin laba kotor sebesar 27% atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 26%.

Kemudian hingga per akhir Februari 2018, perusahaan mendapat nilai kontrak baru sebesar Rp 622,1 miliar di tahun 2018 ini. Dengan total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari pekerjaan tambahan pada sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang.

Sehingga target total nilai kontrak dikelola sampai akhir tahun 2018 adalah sekitar Rp 25,1 triliun. Dengan tingginya Nilai Kontrak Dikelola (NKD) tersebut, WSBP fokus dalam menjaga operasional seluruh plant & batching plant sesuai prosedur yang berlaku, sehingga dapat menjaga kualitas terbaik dari produk-produk perusahaan dan dapat merealisasikannya menjadi pendapatan usaha.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di tahun ini, Perusahaan terus berkomitmen untuk menyelesaikan beberapa proyek besar yang tengah dikerjakan dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, proyek Jalan Tol Salatiga-Boyolali, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang Pantura.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

No Telp : (021) 2289 2999 

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

Plant Karawang PT. Waskita Beton Precast Tbk, Karawang, Jawa Barat
Plant Karawang PT. Waskita Beton Precast Tbk, Karawang, Jawa Barat
Februari 27 2018 0 comment

Inovasi Plant Karawang: WSBP Terus Berinovasi dalam Berstrategi

Jakarta, 27 Februari 2018. PT Waskita beton Precast Tbk (WSBP) dituntut untuk terus berinovasi dalam mengembangkan beragam produk baru yang berkualitas dan sejalan dengan permintaan pasar, serta produk-produk customized yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan yaitu membuat produk berkualitas, memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan serta melakukan inovasi dalam pengembangan produk dan mendapatkan pengakuan dari pelanggan.

Guna mewujudkan misi tersebut, perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ45 dan Kompas 100 ini membangun laboratorium/lab yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat yang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab yang dimulai sejak Oktober 2017 ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant.

Adapun lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara maksimal.

Anton YT Nugroho, Direktur Pengembangan Bisnis & SDM PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa Lab ini dibangun sebagai fasilitas yang lebih lengkap untuk melakukan penelitian dan pengujian produk, dan sebagai sarana dalam mengembangkan inovasi-inovasi produk baru. Selain itu, untuk mencapai visi dan misi perusahaan yaitu menciptakan produk yang sesuai dengan persyaratan dan berinovasi dalam pengembangan produk.

“Dengan adanya Lab ini kami dapat menghasilkan produk baru, JMF (Job Mix Formula), inovasi produk/pengembangan produk,” tegasnya. Adapun fasilitas yang terdapat di dalam Lab tersebut, antara lain Workshop Laboratorium Struktur dan Laboratorium Bahan, ruang kantor, dan tempat pembinaan (learning center) untuk pelatihan teknisi/QC mengenai material, quality control, dan sebagainya.

(Ket: Foto dokumentasi terlampir)

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

No Telp : (021) 2289 2999 

Email  : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

Baru Februari, WSBP Kantongi Penerimaan Termin Rp 2,37 Triliun

Jakarta, 19 Februari 2018. Per tanggal 15 Februari 2018 PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali memperoleh penerimaan termin sebesar Rp 2,37 triliun pada tahun 2018 ini. Penerimaan pembayaran termin ini berasal dari proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek non turnkey. Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan perusahaan optimis bahwa kas operasional perusahaan dapat menunjukkan hasil yang positif di akhir tahun 2018.

“Saat ini, perusahaan tengah menyelesaikan beberapa proyek besar yang tengah dikerjakan dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, proyek Jalan Tol Salatiga-Boyolali, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang Pantura,” ujarnya.

Nilai kontrak baru hingga pertengahan Februari 2018 adalah sekitar Rp 450 miliar dan diproyeksikan hingga akhir Februari 2018 total nilai kontrak baru sekitar Rp 700 miliar. Kontrak baru ini berasal dari pekerjaan tambahan pada sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan beberapa proyek yang masih dalam proses negoisasi yaitu proyek Jalan Tol Probolinggo-Kraksaan, dan lain-lain. Adapun target total nilai kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Sehingga total nilai kontrak dikelola sampai akhir tahun 2018 adalah sekitar Rp 25,3 triliun.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 83 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016. 

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017 , Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

No Telp : (021) 2289 2999 

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id