• Layout Style
  • Texture for Boxed, Framed, Rounded Layout Background

  • Font
    • Body:

    • Menu:

    • Title:

    * Fonts are used to example. You able to use 600+ google web fonts in the backend.

Kuartal II/2018: Kinerja WSBP Menanjak dan Strategi Integrasi Hulu
Juli 23 2018 0 comment

Kuartal II/2018: Kinerja WSBP Menanjak dan Strategi Integrasi Hulu

Jakarta, 23 Juli 2018. Kuartal II memberikan angin segar bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Perusahaan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp 691 miliar. Pendapatan ini berasal dari Proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), Proyek LRT Palembang, Proyek Jembatan Tol Kapal Betung Seksi Ogan, Proyek Giant Sea Wall, dan Proyek lainnya.

Adapun perolehan penerimaan termin hingga mid bulan Juli 2018 sebesar Rp 5,26 triliun. Penerimaan termin ini berasal dari Proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Proyek Jembatan Ogan Tol Kapal Betung, dan sejumlah proyek lainnya.

Selain itu, WSBP meraih nilai kontrak baru sebesar Rp 2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola per Juni 2018 sebesar Rp 15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island.

Saat ini, WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan akan menyelesaikan suplai produk pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa dengan penyelesaian sejumlah proyek jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah akses bagi masyarakat dan proses pengiriman barang melalui jalan tol. “Seperti Jalan Tol di sepanjang Pantura kami targetkan dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar arus transportasi barang dan jasa,” tambah Jarot.

Pada tahun ini, WSBP akan melakukan integrasi hulu melalui akuisisi perusahaan pemasok bahan baku, di mana biaya pembangunan untuk pabrik mengambil sebagian dari capex 2018 sekitar Rp 500 miliar. Untu itu, Perusahaan tengah mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah/MTN (Medium Term Notes) dan mempertimbangkan alternatif melalui sindikasi perbankan. Sebagai Informasi, pada tahun ini WSBP mengalokasikan sebesar Rp 1,1 triliun untuk capex.

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, The IDX Top Ten Blue 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, Indeks Kompas 100,  Corporate Image Award 2018, dan Sharia Finance Award 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

RUPSLB 2018 - Perubahan Susunan Pengurus  PT Waskita Beton Precast Tbk
Juli 03 2018 0 comment

RUPSLB 2018 - Perubahan Susunan Pengurus PT Waskita Beton Precast Tbk

Jakarta, 3 Juli 2018 – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Gedung Waskita Karya Lt. 11, Ruang Serba Guna pada Selasa (03/07). Pada RUPSLB 2018 tanggal 3 Juli 2018 ini membahas agenda mengenai Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Adapun saat ini, susunan Komisaris PT Waskita Beton Precast Tbk, adalah Tunggul Rajagukguk (Komisaris Utama), Agus Sugiono (Komisaris), Suhendro Bakri (Komisaris Independen), Abdul Ghofarrozin (Komisaris Independen), dan Anis Baridwan (Komisaris Independen). Kemudian berikut jajaran Direksi Perusahaan, adalah Jarot Subana (Direktur Utama), MC Budi Setyono (Direktur Independen), A.Yulianto Tyas Nugroho (Direktur), dan Agus Wantoro (Direktur).

Hasil dari keputusan RUPSLB 2018 tanggal 3 Juli 2018, memberhentikan Tunggul Rajagukguk sebagai Komisaris Utama, Agus Sugiono sebagai Komisaris, dan MC. Budi Setyono sebagai Direktur. Untuk kemudian mengangkat Ferry Hendriyanto sebagai Komisaris Utama, Haris Gunawan sebagai Komisaris, Munib Lusianto sebagai Direktur, Yudhi Dharmawan sebagai Direktur, dan Agus Wantoro sebagai Direktur Independen.

Pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris dimaksud berlaku sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Beton Precast Tbk dan berakhir sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ke-5 sejak pengangkatan yang bersangkutan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

Dengan adanya pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut, maka susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:

 

Susunan Direksi

Direktur Utama                      : Jarot Subana

Direktur Independen          : Agus Wantoro

Direktur                                : Antonius Yulianto TN

Direktur                                : Munib Lusianto

Direktur                                : Yudhi Dharmawan

 

Susunan Komisaris

Komisaris Utama                 : Ferry Hendriyanto

Komisaris                              : Haris Gunawan

Komisaris Independen             : Abdul Ghofarrozin

Komisaris Independen             : Suhendro Bakri

Komisaris Independen             : Anis Baridwan

 

Sekilas Kinerja Perusahaan

Hingga per Juni 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola sampai dengan saat ini sebesar Rp 15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island. Selain itu, hingga Juni 2018, WSBP berhasil memperoleh pendapatan termin sebesar Rp 5,21 triliun.

Kemudian perusahaan mendapat Saat ini, perusahaan tengah menyuplai produk beton precast dan readymix pada beberapa proyek infrastruktur Pemerintah, di antaranya WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan perusahaan akan selesai untuk menyuplai pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain penyelesaian proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

 

 

WSBP Raih Kontrak Baru Rp 2,7 Triliun Hingga Mei 2018
Mei 31 2018 0 comment

WSBP Raih Kontrak Baru Rp 2,7 Triliun Hingga Mei 2018

Jakarta, 31 Mei 2018 - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil mendapat nilai kontrak baru sebesar Rp 2,7 triliun hingga per bulan Mei 2018 ini. Adapun Perusahaan memiliki target total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Sehingga total nilai kontrak dikelola hingga per bulan Mei 2018 adalah sekitar Rp 15,64 triliun di tahun 2018 ini. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo.  

Saat ini, perusahaan tengah menyuplai produk beton precast dan readymix pada beberapa proyek infrastruktur Pemerintah, di antaranya WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan perusahaan akan selesai untuk menyuplai pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain penyelesaian proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang yang sudah mencapai 90%. Penyelesaian Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang yang sudah mencapai sekitar 50% hingga 80%.

Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa dengan penyelesaian sejumlah proyek jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah akses bagi masyarakat dan proses pengiriman barang melalui jalan tol. “Seperti Jalan Tol di sepanjang Pantura dan jalan tol Solo-Kertosono kami targetkan dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar arus mudik tahun ini,” tambah Jarot.

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017. Kemudian pada tahun 2018 ini, WSBP baru saja meraih Corporate Image Award 2018. Sebelumnya Perusahaan berhasil masuk dalam Index LQ45 dan Indeks Kompas 100, serta meraih penghargaan Indonesia Sharia Finance dari Warta Ekonomi.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham
April 05 2018 0 comment

WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham

Jakarta, 5 April 2018 – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Gedung Waskita Karya Lt. 11, Ruang Serba Guna pada Kamis (05/04). Terdapat 5 (lima) agenda yang dibahas dalam RUPS Tahunan tersebut, yaitu:

  1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017.
  2. Penetapan Penggunaan Laba bersih Perseroan Tahun Buku 2017.
  3. Persetujuan Pemegang Saham untuk melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018.
  4. Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.
  5. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil IPO (Initial Public Offering).
  6. Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Pada Agenda Pertama, Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, yang telah diaudit  oleh Kantor Akuntan Publik Satrio Bing Eny & Rekan (Member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited)  sesuai Laporannya Nomor : GA118 0108 WBP PDS Tanggal 28 Februari 2018, dengan demikian memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kedua, yakni Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2017. RUPS menyetujui penggunaan Laba Tahun Berjalan Tahun Buku 2017 sebesar Rp 1.000.330.150.510 sebagai berikut:

  1. Sebesar Rp 750.247.612.883,- (75% dari laba bersih) dibagikan sebagai Dividen Tunai kepada Pemegang Saham.
  2. Sebesar Rp 50.016.507.525,- (5% dari laba bersih)  digunakan sebagai "cadangan" sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
  3. Sisanya dimasukkan sebagai laba ditahan.

Pada Agenda Ketiga, RUPS memberikan melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan  melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018.

Pada Agenda Keempat, Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kelima, Perseroan melaporkan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham dengan rincian sebagai berikut:

  • Sisa dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana per 31 Desember 2017 sebesar Rp 674.327.689.479 atau sebesar 13,29% ditempatkan di Giro & Deposito
  • Dana tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan modal kerja dan ekspansi Perseroan.

Pada Agenda Keenam, RUPS menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan.

 

Sekilas Kinerja Keuangan 2017

Kinerja keuangan Perseroan pada 2017 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan 50,60% menjadi Rp 7,10 triliun pada 2017 dibandingkan periode yang sama 2016 yang tercatat Rp 4,72 triliun. Laba bersih yang dibukukan pun meningkat tajam sebesar 57,58% menjadi Rp 1,00 triliun dari Rp 634,82 miliar pada periode 2016.

Perseroan optimistis kinerja keuangan dapat kembali meningkat pada 2017 didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kondusif. Apalagi Pemerintah berkomitmen untuk terus mengejar target pembangunan tol sepanjang 1.000 kilometer yang menjadi salah satu katalisator permintaan beton precast. Pada Triwulan I 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak sebesar Rp 2,12 triliun. Dengan total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun.

Adapun kontrak baru ini berasal dari proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder Seksi II, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan proyek Jalan Tol Kunciran-Parigi, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo Sehingga total nilai kontrak dikelola per Triwulan I 2018 adalah sekitar Rp 16,25 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo. 

Kemudian, Per akhir Desember 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memiliki kapasitas produksi beton precast terbesar yakni 3,25 juta ton per tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Contact Person :

Ratna Ningrum

​Corporate Secretary

PT Waskita Beton Precast, Tbk

Gedung Teraskita Jakarta 3​ & 3A​ Floor
Jl. MT. Haryono Kav 10A Jakarta 13340 - Indonesia
Phone ​(021) 22892999​; Facs ​(021) 29838025​

https://www.waskitaprecast.co.id

 

 
WSBP Kembali Peroleh Penerimaan Termin Proyek Turnkey Tol Becakayu
Maret 02 2018 0 comment

WSBP Kembali Peroleh Penerimaan Termin Proyek Turnkey Tol Becakayu

Jakarta, 2 Februari 2017. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali memperoleh penerimaan termin sebesar Rp 1,55 triliun pada Januari 2018 dari proyek turnkey Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1b dan 1c. Ini merupakan penerimaan termin kedua setelah pada bulan Desember 2017 lalu WSBP menerima pembayaran termin sebesar Rp 429 miliar.

MC Budi Setyono, Direktur Keuangan dan Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk menjelaskan bahwa total penerimaan termin hingga 31 Januari 2018 sebesar Rp 1,8 triliun. Penerimaan pembayaran termin ini berasal dari proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek non turnkey. Perusahaan optimis, sesuai proyeksi arus kas sampai dengan akhir tahun nanti, kas operasional perusahaan dapat menunjukkan hasil yang positif.

Beberapa proyek yang tengah dikerjakan dengan dukungan dari produk precast & readymix WSBP, antara lain proyek Jalan Tol Becakayu seksi 1a dan 2d, proyek Jalan Tol Cimanggis Cibitung, Jakarta-Cikampek (elevated), proyek Jalan Tol Bocimi, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang Pantura dan Trans Sumatera.   

Adapun target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun. Target kontrak baru ini relatif tinggi jika dibandingkan dengan kompetitor sejenis lainnya. Maka dari itu, perusahaan fokus untuk merealisasikan kontrak tahun 2018 menjadi pendapatan usaha.

Selain itu, pada awal tahun 2018, terdapat sisa nilai kontrak WSBP sebesar Rp 13,65 triliun. Sehingga, pada tahun ini diperkirakan WSBP mengelola total nilai kontrak sebesar Rp 25,17 triliun. Dengan tingginya Nilai Kontrak Dikelola (NKD) tersebut, WSBP fokus dalam menjaga operasional seluruh plant & batching plant sesuai prosedur yang berlaku, sehingga dapat menjaga kualitas terbaik dari produk-produk perusahaan.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 83 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016. 

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017 dan Index LQ45 pada awal tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast & readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Gedung Teraskita Lt.3
Jl. MT. Haryono Kav.10A
Jakarta Timur 13340

No Telp : (021) 2289 2999 

              (021) 2983 8020 ext. 383

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id

 

 

Triwulan I 2018, Pendapatan Usaha dan laba Bersih Tunjukkan Kenaikan Signifikan
Maret 21 2018 0 comment

Triwulan I 2018, Pendapatan Usaha dan laba Bersih Tunjukkan Kenaikan Signifikan

Jakarta, 21 Maret 2018. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memproyeksikan membukukan usaha sebesar Rp 2,10 triliun hingga Maret di tahun 2018 ini. Angka ini naik sebesar 72% dibanding pendapatan usaha di bulan yang sama pada tahun 2017 sebesar Rp 1,22 triliun. Perusahaan juga menargetkan laba bersih hingga sampai dengan Maret 2018 sebesar Rp 476 miliar atau meningkat 42% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 196 miliar.

Jika dilakukan breakdown, pada bulan Januari 2018 perusahaan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,2 triliun. Angka ini naik sebesar 313% dibandingkan pendapatan usaha pada bulan Januari 2017 sebesar Rp 300,23 miliar. Hal ini karena sebagian pendapatan yang didapat pada bulan Desember 2017 dibukukan di bulan Januari 2018.

Tabel Informasi Hasil Usaha PT Waskita Beton Precast Tbk (Dalam Rp Juta)

Ket: PU (Pendapatan Usaha); EAT (Earning After Tax/Laba Bersih)

 

Sumber: Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk

 

Pendapatan usaha ini berasal dari proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang (PPTR), proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (TBKA), proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, proyek Jalan Tol Semarang-Batang, dan sejumlah proyek lainnya.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan menutup akhir tahun 2017, Perusahaan berhasil mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp 7,1 triliun. Pendapatan usaha ini naik 51% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,7 triliun. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih tahun 2017 adalah sebesar Rp 1,0 triliun atau naik sebesar 58% dari laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 634 miliar.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah laboratorium/lab di Karawang. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant.

 

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

 

Sumber:

Sekretaris Perusahaan

PT. Waskita Beton Precast, Tbk

No Telp : (021) 2289 2999 

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website: www.waskitaprecast.co.id